*Jangan Membalas Cercaan Dengan Cercaan*
- Akhlak Mukmin Ketika Dihina
- Membalas Keburukan Dengan Kebaikan.
- Tenang Menghadapi Orang Jahil.
- Akhlak ‘Ibadur Rahman.
- Diam Itu Lebih Mulia.
- Sabar Ketika Dicerca.
- Orang Beriman Tidak Kasar Membalas.
- Kemuliaan Akhlak Dalam Menghadapi Fitnah.
Dalil utama:
“Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka berkata: Salam.”
— Surah Al-Furqan ayat 63
Firman Allah SWT dalam Surah Al-Furqan ayat 63:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Maksudnya:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu ialah mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka (dengan kata-kata yang menyakitkan), mereka membalas dengan ucapan yang baik dan selamat.” — Surah Al-Furqan: 63.
Tadabbur Ringkas
Ayat ini menerangkan sifat utama ‘Ibadur Rahman — hamba-hamba Allah yang dikasihi:
- Tawaduk & tenang
- Mereka tidak sombong, tidak bongkak, tidak mencari kemegahan ketika berjalan dan bergaul dengan manusia.
- Tidak melayan kebodohan dengan kebodohan
- Bila dihina atau diprovokasi, mereka memilih jawapan yang baik, diam, atau berundur demi menjaga hati dan agama.
- Akhlak lebih tinggi daripada emosi
- Kemuliaan seorang mukmin bukan pada kerasnya suara, tetapi pada kemampuannya mengawal diri.
Kata Ulama’
Al-Hasan Al-Basri berkata:
“Orang mukmin itu lemah lembut, bukan kerana lemah, tetapi kerana tawaduk kepada Allah.”
Pengajaran
- Jangan cepat membalas cercaan.
- Dakwah perlu dengan hikmah dan akhlak.
- Ketenangan ialah tanda kekuatan jiwa orang beriman.
(Nota tazkirah dari Kuliah Subuh pagi ni.
Ahad 10 Mei 2026)