Redha dengan Qadha' Allah Ta'ala.
Firman Allah Ta‘ala:
﴿ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ ﴾
"Allah reda terhadap mereka, dan mereka pula reda terhadap-Nya."
— Surah Al-Bayyinah: 8
Maksudnya, apabila seorang hamba benar-benar reda dengan ketentuan Allah, maka Allah juga akan reda kepadanya.
Inilah maqam hati yang tinggi — menerima segala takdir dengan husnuzan, sabar dan tawakal.
Daripada Sa'ad bin Abi Waqqas رضي الله عنه, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya antara kebahagiaan anak Adam ialah dia reda dengan apa yang telah Allah tetapkan baginya. Dan antara kecelakaan anak Adam ialah dia meninggalkan istikharah kepada Allah, dan antara kecelakaan anak Adam juga ialah dia marah terhadap ketentuan Allah.”
— Riwayat At-Tirmizi dan Al-Hakim.
Pengajaran hadis:
- Reda terhadap qadha’ Allah adalah tanda kebahagiaan hati.
- Hati yang sentiasa membantah takdir akan hidup dalam keresahan.
- Orang beriman dituntut berusaha, berdoa, beristikharah dan kemudian menerima keputusan Allah dengan lapang dada.
“Kebahagiaan sebenar ialah reda terhadap ketentuan Allah.”